Rabu, 14 Desember 2011

Santa Claus part I

selama ini aku emang agak nda percaya sama cerita tentang Santa Claus. Tapi nda menutup kemungkinan untuk aku berharap Santa Claus datang ke rumahku, walaupun rumahku nga ada cerobong asapnya seperti yamg diceritakan bahwa Santa Claus dateng lewat cerobong asap
^^

Saat itu aku udah mau tidur setelah ngerjain pe-er, dan mau melakukan SaTe, kemudian aq mendengar suara berisik di bagian depan rumahku. Mama dan Papa sudah tidur, jadi aku memberanikan diri membuka pintu kamarkudan memeriksanya. Saat aku membuka pintu dan menuju ruang tamu,aku sangat terkejut!ada Santa Claus yang keluar dari balik pohon Natal rumahku. Ia menaruh telunjuknya didepan mulutnya sambilmenatapku. Ia bermaksud menyuruhku untuk tenang dan nda berisik. Kaget pasti, tapi seneng juga karena seorang Santa Claus dateng ke rumah ku.
'Apa yang kamu lakukan...?'tanyaku kepadanya. belum sempat aku tanya pertanyaan-prtanyaan lain karena sngking antusiasnya, aku terdiam. Aku melihat lihat matanya berlinang air mata. Ia nampak sedih. keceriaan yang selama ini identik dengan sosoknya sama sekali nga nampak. Ia pun kemudian menjawab pertanyaanku tadi dengan kalimat pendek: 'Sadarkan teman-temanmu!'

Aku bingung mendengar jawabannya. 'Apa maksudnya...?',tanyaku dalam hati. Ia pun sepertinya tau kalo aku bingung dengan maksudnya. Sehingga ia kemudian --- sambil mengambil kantong mainan di belakang pohon Natal --- berkata 'Sadarkan teman-temanmu! Sadarkan mereka makna Natal yang sesungguhnya. Makna Natal yang pada zaman ini sudah kabur dan dilupakan.
^^--BERSAMBUNG--^^