Sabtu, 14 Januari 2012

Para pemimpin yang paling mengecoh


ü PAUS WANITA PERTAMA DAN TERAKHIR
Paus adalah pemimpin Gereja Katolik dan jabatan tersebut selalu dipegang oleh seorang pria. Akan tetapi lebih dari 2000 tahun yang lalu, menurut legenda pernah ada seorang Paus wanita yang dikenal dengan nama Paus Joan.
Sebuah dokumen kuno yang ditulis pada abad ke-13 mengklaim bahwa pada tahun 855 Tarikh Masehi, Johannes Angelicus pernah menjabat sebagai Paus selama hampir tiga tahun. Johannes sebenarnya adalah Joan atau Joana, seorang wanita Inggris yang menyamar sebagai seorang pria. Penyamarannya sangat menyakitkan hingga tidak seorangpun yang menyadari bahawa Ia adalah seorang wanita.
Cerita berikutnya menyebutkan bahwa Joan sedang mengandung ketika ia terpilih menjadi Paus. Satu hari, di tengah-tengah prosesi dari St. Peter di Roma, ia melahirkan seorang bayi. Saat mengetahui bahwa Paus yang mereka sakralkan adalah seorang wanita tanpa suami, dikisahkan bahwa rakyat pun marah dan membunuh wanita itu.
Entah apakah keberadaan Paus Joan benar adanya atau tidak, dan entah apakah ia adalah wanita, tidak pernah diketahui keakuratan hingga kini. Upaya nyata pertama untuk membuktikan bahwa Paus wanita itu tidak pernah ada didokumetasikan pada tahun 1647, beratu-ratus tahun setelah ‘kematiannya’.
ü RAJA WANITA PERTAMA
Pada tahun 1473 SM, Hatshepsut tidak hanya menjadi wanita pertama yang memerintah Mesir, tetapi juga satu-satunya raja wanita pertama yang berpura-pura menjadi seoarang pria.
Hatshepsut menikah dengan saudara tiri laki-lakinya, Thutmose II. Mereka tidak dikaruniai seorang putra, melainkan seorang putri saja. Jadi ketika raja Thutmose II wafat pada tahun 1479 SM, tahta pun diwariskan pada putranya Thutmose III, hasil pernikahannya dengan istri lain. Karena Thutmose masih sangat muda, Hatshepsut pun menjadi pendampingnya dalam memerintah mesir, hingga pada akhirnya ia sendirilah yang diangkat menjadi raja.
Setelah mendapat gelar raja, Hatshepsut mendesak agar dirinya ditampilkan dalam lukisan sebagai seorang pria. Ia memutuskan untuk menanggalkan nama ‘ wanita’ nya dan menggantinya menjadi ‘Paduka Yang Mulia Hatshepsu’. Lalu iapun mulai mengenakanbahan tunik pria dan hiasan kepala. Ia bahkan memakai jenggot palsu.
Hatshepsut berhasil memimpin Mesir selama 21 tahun hingga akhir hidupnya di tahun 1458 SM. Pada tahun 2903, ketika seorang arkeolog bernama Howard Carter di tengah mengadakan penggalian di Lembah Raja-Raja di Mesir, ia menemukan sebuah makam tak bertanda yang berisikan jasad seorang wanita yang dimumikan. Peti mati berisi berisi organ-organ tubuh yang diawetkan dan ditemukan tak jauh dari makam tersebut, dimana satu di antaranya adalah gigi yang rusak.ukuran gigi yang rusakini sesuai dengan celah rahang dari jasad wanita yang dimumikan tersebut. Hasil tes DNA membuktikan bahwa mumi tersebut adalah jasad raja wanita dari Mesir, yaitu Hatshepsut.
ü GADUNGAN TERBAIK
Kamu mungkin pernah melihat orang awam yang memiliki kemiripan wajah dan fisik dengan para pesohor di layar televisi, seseorang yang sangat mirip dengan figur publik hingga ia bisa memanfaatkan kemiripannya untuk menhasilkan uang dengan cara berpura-pura menjadi si tokoh terkenal tersebut. Namun ada beberapa orang yang selangkah lebih nekad dalam ‘memanfaatkan’ kemiripan mereka dengan tokoh terkenal.
Konon diyakini oleh kalangan luas bahwa Saddam Hussein, presiden Irak yang berkuasa dalam kurun waktu 1979 hingga 2003, mempekerjakan satu tim orang yang memiliki kemiripan fisik dengannya untuk menyamar sebagai dirinya. Mereka-mereka ini akan menghadiri pertemuan-pertemuan internasional seputar masalah politik, dan bahkan muncul dan melindungi dirinya dari berbagai upaya pembunuhan.
ü PAHLAWAN WANITA PALING MENGECOH
Joan Arc adalah pahlawan nasional Perancis, namun semasa hidupnya banyakorang beranggapan bahwa ia adalah seorang pahlawan laki-laki. Joan lahir pada tahun 1412 ketika Perancis sedang berperang melawan Inggris. Ia mengakui bahwa dirnya mendapat bisikan-bisikan- gaib para santo untuk membebaskan Perancis dari serangan musuh. Jadi, iapun berpakaina layaknua prajurit pria untuk memimpin pasuka Perancis.
Diceritakan pula bahwa ketika Joan tertusuk panah tepat di dadanya selama peperangan berlangsung, ia langsung mencabutnya dan terus melanjutkan perang. Saat di penjara, ia bertekad untuk meloloskan diri dengan melompat dari menara kastil dan terjatuh tak sadarkan diri di parit. Di kemidian hari Joan harus menghadapi tuduhan sebagai seorang penyihir dan dibakar hidup-hidup hingga menemui ajal pada tahun 1431.
ü FOTO-FOTO PALING MENYESATKAN
Umumnya orang mengatakan bahwa bidikan kamera tidak pernah menipu, pendapat itu tidak sepenuhnya benar. Selama kurun waktu antara tahun 1922 hingga 1991, negara yang saat ini dikenal dengan nama Rusia, adalah sebuah negara yang terdiri atas beberapa negara kecil dan disebut Uni Soviet. Kala itu Uni Soviet adalah negara adidaya dengan sistem pemerintaha yang tidak disenangi oleh banyak negara di sunia. Ini membuat pemerintah Uni Soviet merasa terancam, dan para petinggi neghara ini khawatir kekuasaannya akan digulingkan. Oleh karena itu mereka sangat mewaspadai, dan berhati-hati terhadap kemungkinan ancaman dari dunia luar maupun pemberontakan internal. Siapapun yang dianggap sebagai pengkianat negara akan langsung ‘dibereskan’ tanpa mengenal ampun dengan mengirimkan tersangka ke camp pekerja paksa atau mengeksekusinya. Mereka-mereka yang dicurigai bahkan menghilang begitu saja di tengah malam tanpa alsan atau kejelasan pasti ke mana mereka pergi.
Alhasil, beberapa pemimpin berupaya mengubah sejarah untuk memberi kesan bahwa mereka adalah pemimpin yang berpengaruh kuat. Beberapa pemimpin bahkan menambahkan gambar-gambar mereka pada foto-foto yang diambil di beberapa ajang pertemuan yang sebenarnya tidak pernah mereka hadiri.salah stun pengusaha Uni Soviet yang terbilang kerap melakukan hal ini dibanding yang lain adalah Josef Stalin. I memerintah Uni Soviet selama hampir seperempat abad sampai akhir ajalnya pada tahun 1953. Stalin mengerahkan semua yang bisa dilakukannya untuk membuatnya terkesan seperti seorang pemimpin negara yang berpengaruh. Ia bahkan merekayasa foto-foto dirinya yang seolah berdiri sejajar dengan pemimpin Uni Soviet sebelumnya, yaitu Lenin. Upayanya untuk membuat postur dirinya terkesan lebih tinggi dan lebih berkuasa di foto-foto rekayasa tersebut, bisa dikatakan sia-sia. Stalin juga menggunakan foto-foto untuk mebuat rival politiknya terlihat buruk dengan menghilangkan gambar-gambar mereka dari foto-foto atau menghapuskan mereka dari catatan sejarah secara bersamaan.

Sumber:Buku Terbaik di Dunia