Sabtu, 14 Januari 2012

Santa Claus Part II

agak telat sih emang..
tapi kan Better Late than Never
hehehe
Lanjutan:


Ia kemudian merogoh kantong mainannya dan mengeluarkan pohon cemara, pohon yang sering dipakai sebagai hiasan Natal, dan lalu berkata, “Sadarkanlah teman-temanmu bahwa warna pohon cemara yang tetap hijau sepanjang tahun ini adalah perlambang harapan manusia yang tidak akan pernah habis. Karena Yesus sudah lahir, maka manusia memiliki harapan dan jaminan keselamatan. Dan daun-dauannya pun, yang berbentuk seperti jarum, juga semuanya menhadap ke atas. Ini adalah pesan agar manusia terus mengarahkan pikirannya kepada Kristus yang duduk di tahta surga. Sadarkan teman-temanmu bahawa apapun yang kalian lakukan, semuanya itu haruslah untuk kemulyaan Tuhan (1 Kor. 10:31)”
Ia kemudian merogoh kantong mainannya lagi, dan kali itu ia mengeluarkan sebuah replika bintang. “Sadarkan teman-temanmu bahwa bintang adalah perlambangan janji Allah kepada manusia. Allah sudah menjanjikan bahwa akan datang seorang Juru Selamat yang mampu memberikan keselamatan kepada manusia, dan bintang itu adalah tanda bahwa Dia sudah memenuhi janji-Nya(Kis. 13:23).”
Lalu ia mengambil barang lain dari kantongnya, dan kali itu ia mengeluarkan sebatang lilin. “Sadarkan teman-temanmu bahwa Kristusadalah Terang dunia dan karena itu kalian juga harus menjadi seperti Dia, menjadi terang di tengah kegelapan (Mat. 5:14). Lampu0lampu Natal yang ada di jalanan, mall, toko dan sebagainya bisa saja menarik perhatian, tapi terang atau cahaya sebenarnya itu adalah kalian. Jadilah terang melalui perkataan dan perbuatan.”
Kemudian ia mengambil sebuah rangkaian bunga berbentuk linkaran (wreath), yang biasanya digantung di pintu rumah, dan berkata, “Sadarkan teman-temanmu bahwa hiasan Natal ini melambangkan sifat kasih yang sejati. Kasih yang sejati itu tidak pernah berakhir. Natal adalah waktu yang pas buat kalian menunjukan kasih kalian kepada orang-orang yang kalian sayangi dan bahkan tidak kalian kenal sekalipu.”
Lalu ia mengambilreplika dari sosoknya sendiri.”Sadarkan teman-temanmu bahwa sinterklas adalahlambang dari kemurahan hati dan kebaikan yang seharusnya semakin membara dan menyala-nyala pada bulan desember. Jadilah masa Natal sebagai pengingat dan sekaligus pemicu untuk kalian semakin murah hati dan dipenuhi kebaikan dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya pada waktu Natal saja.”
Selanjutnya ia mengambil sebuah bingkisan atau kado. “Sadarkan teman-temanmu bahwa Allah begitu mengasihi kalian semua dan ingin berdamai dengan kalian semua hingga Ia memberikan kepada kalian Anak-Nya yang tunggal untuk mati di kayu salib dan menjadi penebus dosa (Yoh. 3:6). Jadi, jangan lupa untuk mensyukuri kado luar biasa yang dari Allah ini.”
Ia kemudian mengambil barang lain, dan barang selanjutnya adalah ganggang permen (sugar crane). “Sadarkan teman-temanmu bahwa barang ini melambangkan tongkat gembala. Lengkungan yang ada pada barang ini membantu gembala mengarahkan domba-dombanya ke jalan yang benar. Kalian pun harusnya juga berfungsi seperti itu. Nasihatilah dan cobalah untuk selalu mengarahkan teman-temanmu kalo kalian dapati mereka melakuakn hal yang slah. Jangan simpan keselamatan yang sudah kamu terima buat dirimu sendiri, tapi usahakanlah juga agar orang lain menerimanya.”
Lalu setelah itu ia mengeluarkan lonceng. “Sadarkan teman-temanmu bahwa domba yang hilang itu biasanya bisa ditemukan saat lonceng yang tergantung di lehernya berbunyi. Saat ada satu domba yang tersesat, sang gembala akan mencari domba itu dengan mendengarkan asal suara lonceng itu sehingga ia akhirnya menemukannya. Kalian adalah domba-domba dan Ia adalah sang Gembala. Ini mengingatkan kalian bahwa Tuhan sangat menyayangi kalian. Kalian sangat berharga di mata-nya, dan bahkan Ia menganggap kalian adalah biji mata-Nya.”
Ia kemudian tersenyum, matanya yang tadi berlinang air mata kini tampak bersinar. Ia kembali ceria. Dan ia kemudian berkata, “Ingat sadarkanlah teman-temanmu makna dari Natal yang sebenarnya ini. Jangan jadikan apa pun, termasuk aku, sebagai inti dari Natal. Karena inti dari Natal adalah Kristus sendiri, yang adalah lambang dari kasih yang nyata.”
***
Tak lama setelah itu, aku terbangun, dan aku sadar bahwa itu tadi ternyata Cuma mimpi. Tapi meski Cuma mimoi, aku dapet banyak pelajaran berharga, bahwa selama ini aku dan teman-teman mungkin sudah salah dalam menyingkapi hari kelahiran Yesus. Hhhmmm …


Sumber :Cutie Diary Spirit Girls edisi bulan Desember 2011 “Value Christmas Values”